Bagi banyak pekerja lepas, pekerjaan sampingan terasa seperti cara sederhana untuk mendapatkan uang tambahan. Namun, peralihan dari pekerja tradisional menjadi pekerja mandiri profesional membawa perubahan signifikan dalam tanggung jawab perpajakan. Apa yang tampak seperti kesalahan administrasi kecil atau tanda terima yang terlewatkan dapat dengan mudah menjadi “tanda bahaya” bagi IRS, yang berpotensi memicu audit yang memakan waktu dan membuat stres.
Untuk membantu pekerja independen tetap patuh, pakar pajak telah mengidentifikasi lima kesalahan kritis yang sering kali menarik perhatian pemerintah federal.
1. Pendapatan yang Tidak Dilaporkan
Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para freelancer adalah gagal melaporkan seluruh penghasilan. Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah jika klien tidak menerbitkan Formulir 1099, pendapatannya tidak perlu diumumkan.
“IRS masih mewajibkan semua pendapatan yang diperoleh dilaporkan,” kata Sherman Standberry, CPA dan CEO My CPA Coach.
Risiko ini meningkat karena pergeseran teknologi. Pakar pajak memperingatkan bahwa IRS kini telah meningkatkan akses ke data dari platform pembayaran digital seperti Venmo dan PayPal. Jika pendapatan yang Anda laporkan tidak sesuai dengan jejak digital yang tersisa di aplikasi ini, kemungkinan besar akan terjadi audit.
2. Pemotongan yang Melebih-lebihkan
Meskipun pengurangan penghasilan kena pajak melalui pemotongan merupakan praktik standar, namun melampaui batas dapat menjadi bumerang. Kategori-kategori tertentu—khususnya makanan, perjalanan, dan transportasi —berada dalam pengawasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kategori lainnya.
Untuk menghindari kecurigaan, pekerja lepas harus menyimpan dokumentasi yang ketat. Jebakan umum meliputi:
– Mengklaim 100% penggunaan bisnis kendaraan yang juga digunakan untuk keperluan pribadi.
– Mencoba mengurangi biaya makan pribadi sebagai jamuan bisnis.
3. Kesalahan Pengajuan dan Pembayaran
IRS mengharapkan pekerja lepas untuk mengelola pemotongan pajak mereka sendiri, yang menciptakan dua area risiko utama:
- Estimasi Pembayaran Triwulanan: Jika penghasilan bersih Anda dari wirausaha melebihi $1.000, Anda diwajibkan secara hukum untuk melakukan estimasi pembayaran pajak triwulanan. Gagal melakukan hal tersebut—atau meremehkan jumlahnya—adalah pemicu utama perhatian IRS.
- Perangkap “Hobi vs. Bisnis”: Jika seorang pekerja lepas melaporkan kerugian dari tahun ke tahun sambil mengandalkan sumber pendapatan lain untuk tetap bertahan, IRS mungkin mempertanyakan keabsahan perusahaan tersebut. Jika suatu aktivitas tidak menunjukkan motif keuntungan, IRS dapat mengklasifikasikannya kembali sebagai hobi, yang mendiskualifikasi banyak pemotongan bisnis.
4. Klaim Kantor Rumah Salah
Pengurangan kantor pusat adalah cara yang populer bagi pekerja lepas untuk mengimbangi biaya seperti sewa dan utilitas, namun hal ini diatur secara ketat. Untuk memenuhi syarat, suatu ruang harus digunakan “secara teratur dan eksklusif” untuk bisnis.
Mengklaim ruang bersama—seperti meja dapur atau sudut ruang tamu—dianggap sebagai tanda bahaya yang signifikan. Untuk mengklaim pengurangan ini dengan aman, area tersebut harus merupakan ruang khusus dan terpisah yang digunakan semata-mata untuk tujuan profesional.
5. Melaporkan “Angka Bulat”
Meskipun memperkirakan pengeluaran mungkin tampak lebih mudah, melaporkan angka yang bulat sempurna dapat secara tidak sengaja menandakan ketidakjujuran. Jika Jadwal C Anda menunjukkan pengeluaran seperti $500 untuk perlengkapan atau $1.000 untuk perjalanan tanpa sen, ini menunjukkan perkiraan, bukan penghitungan sebenarnya.
Pengeluaran di dunia nyata jarang sekali seimbang. Pembulatan yang konsisten menunjukkan kepada IRS bahwa Anda memperkirakan biaya Anda daripada melacaknya melalui tanda terima sebenarnya, yang dapat mengarah pada penyelidikan lebih dalam terhadap catatan keuangan Anda.
Ringkasan: Untuk meminimalkan risiko audit, pekerja lepas harus beralih dari estimasi ke pencatatan yang cermat, memastikan setiap dolar pendapatan dan setiap sen pengeluaran didukung oleh dokumentasi.
