Administrasi Jaminan Sosial (SSA) menerapkan perubahan di bawah pemerintahan Trump yang kemungkinan akan mempersulit sebagian warga Amerika – terutama penyandang disabilitas dan warga lanjut usia – untuk menerima tunjangan. Perubahan-perubahan ini mencakup peningkatan persyaratan tatap muka, pengurangan staf, dan pengurangan layanan telepon, sementara kantor-kantor lokal berjuang dengan meningkatnya permintaan.
Peningkatan Persyaratan Tatap Muka
SSA semakin mengharuskan penerima manfaat untuk datang langsung untuk tugas-tugas yang sebelumnya dapat ditangani melalui telepon atau online. Hal ini termasuk menyerahkan dokumentasi dan memverifikasi identitas saat mengajukan permohonan manfaat. Pergeseran ini terjadi bersamaan dengan pengumuman rencana untuk menghilangkan sekitar 7.000 pekerjaan pada bulan Februari 2025.
Kebijakan ini telah menyebabkan penundaan dan frustrasi. Laporan dari kota-kota seperti Houston menunjukkan waktu tunggu di kantor SSA setempat melebihi dua hingga empat jam pada bulan April. Perubahan ini secara tidak proporsional berdampak pada mereka yang mempunyai masalah mobilitas, akses transportasi terbatas, atau mereka yang tinggal jauh dari kantor SSA.
Layanan Telepon Sangat Dibatasi
Sebagian besar tugas yang dulunya dapat diselesaikan melalui telepon kini memerlukan kunjungan langsung atau penyerahan online melalui akun “Jaminan Sosial saya”. Pengecualiannya adalah untuk pertanyaan terkait Medicare dan disabilitas. Mereka yang ditandai karena dugaan penipuan akan diminta untuk mengunjungi kantor secara langsung. Bahkan tugas sederhana seperti memperbarui informasi setoran langsung kini termasuk dalam kategori ini.
Dokumentasi Lebih Ketat dan Batas Waktu Lebih Singkat
SSA juga menuntut dokumentasi yang lebih ketat, termasuk dokumen asli dan berbagai bentuk identifikasi, bahkan dari penerima manfaat jangka panjang. Batas waktu permohonan atau banding telah dipersingkat menjadi 10–15 hari, sehingga meningkatkan risiko penolakan atau penundaan.
Non-AS warga negara kelahiran, bahkan mereka yang telah dinaturalisasi, mungkin diminta untuk memberikan dokumentasi imigrasi berulang kali selama proses peninjauan. Hal ini menciptakan kompleksitas tambahan dan potensi hambatan bagi pelamar yang memenuhi syarat.
Perubahan-perubahan ini mencerminkan tren yang lebih luas menuju peningkatan hambatan birokrasi bagi penerima Jaminan Sosial, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai akses bagi kelompok rentan.
Pergeseran ini terjadi pada saat kantor SSA sudah kesulitan memenuhi permintaan, yang berarti lebih sedikit staf yang tersedia untuk memproses lamaran berdasarkan aturan baru. Kombinasi dari pengurangan layanan dan persyaratan yang lebih ketat dapat secara signifikan menunda atau menghilangkan manfaat bagi mereka yang bergantung pada layanan tersebut.
