Black Friday 2025 terjadi akibat kombinasi harga yang mencapai rekor terendah, perkembangan teknologi yang agresif, dan kesalahan langkah perusahaan besar. Mulai dari diskon besar-besaran yang tidak disengaja hingga otomatisasi berbasis AI, musim belanja tahun ini menyoroti semakin bergejolaknya titik temu antara perdagangan dan teknologi.
Kesalahan Ritel dan Diskon Besar
Beberapa pengecer besar mengalami kesalahan harga, dengan MediaWorld secara tidak sengaja menjual iPad hanya seharga 15 Euro kepada pemegang kartu loyalitas sebelum menarik kembali tawaran tersebut. Insiden ini menggarisbawahi kompleksitas pengelolaan diskon massal selama acara penjualan bervolume tinggi. Sementara itu, Best Buy dan Dell menawarkan penghematan yang signifikan dalam bidang teknologi, termasuk penurunan harga laptop hingga $500 untuk jangka waktu terbatas, yang menandakan perang harga yang intens.
Dorongan AI Amazon dan Kekhawatiran Ketenagakerjaan
Amazon mempercepat integrasi kecerdasan buatannya, mempekerjakan agen AI khusus untuk berburu bug dan mendorong pendekatan pengembangan yang “semua biaya dapat dibenarkan”. Strategi ini telah memicu reaksi keras dari Karyawan Amazon untuk Keadilan Iklim, dengan lebih dari 1.000 pekerja menandatangani petisi yang meningkatkan kekhawatiran mengenai peluncuran alat AI secara agresif. Usaha perusahaan tersebut, Project Prometheus, diam-diam telah mengakuisisi startup komputasi agen (General Agents) sambil mengumpulkan dana lebih dari $6 miliar.
Musim Black Friday yang Berkembang
Black Friday telah berkembang menjadi rangkaian penjualan selama sebulan, sehingga mempersulit konsumen untuk membedakan penawaran asli dari sensasi pemasaran. Para ahli merekomendasikan perencanaan strategis untuk menavigasi periode belanja yang berkepanjangan ini secara efektif. Meskipun terdapat kebingungan, pengecer melaporkan penjualan awal yang kuat, dan para analis memperkirakan pendapatan akan memecahkan rekor tahun ini.
Game yang Diremehkan dan Penawaran Perlengkapan Luar Ruangan
Di luar penawaran teknologi arus utama, beberapa video game kecil (Blippo+, Sektori, Dispatch) telah memperoleh daya tarik pada tahun 2025, memberikan alternatif terhadap judul-judul blockbuster. Pengecer perlengkapan luar ruangan juga menawarkan diskon besar untuk tenda, bungkusan, dan wol merino, melayani konsumen yang mempersiapkan aktivitas luar ruangan musim berikutnya.
Intinya: Black Friday 2025 lebih dari sekadar penjualan; ini adalah gambaran lanskap teknologi saat ini. Perusahaan-perusahaan menggandakan otomatisasi, ketegangan perburuhan meningkat, dan kesalahan ritel tidak bisa dihindari. Acara tahun ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan perilaku konsumen dan praktik industri.


















































