Black Friday 2025 menghadirkan beragam kesepakatan mulai dari layanan streaming hingga teknologi kelas atas, tetapi juga bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran atas penutupan pemerintah yang sedang berlangsung dan potensi dampak buruknya terhadap keamanan siber. Berikut rincian diskon besar dan perkembangan penting:
Tawaran Hiburan & Streaming
Beberapa platform streaming besar menawarkan diskon Black Friday yang besar. HBO Max, Disney+, dan Apple TV+ memimpin dalam hal ini, meskipun detail spesifiknya berbeda-beda. Di Disney+, film yang menonjol termasuk The Fantastic Four (pratinjau awal), Thunderbolts, dan Something Wicked This Way Comes. Rilisan ini menyoroti dorongan agresif Disney terhadap waralaba besar.
Diskon Teknologi & Elektronik Konsumen
Kesepakatan teknologi tahun ini fokus pada produk unggulan. Seri Pixel 10 Google sedang didiskon besar-besaran di Amazon, menjadikannya peluang utama untuk peningkatan versi. MacBook Air 15 inci juga mengalami penurunan harga yang signifikan, sehingga menawarkan penghematan pada laptop ringan populer Apple. Bagi para gamer, Razer Blade 14 (model terbaru) tersedia dengan harga lebih murah, terutama untuk unit dengan layar OLED.
Selain komputer, barang-barang rumah tangga kelas atas juga didiskon. Peralatan masak serba guna, yang terkenal dengan kualitas dan harga premiumnya, tersedia melalui penjualan “Pabrik Detik” dalam waktu terbatas. Bagi para penggemar, Lego U.S.S. Set Enterprise (lengkap dengan minifigures Generasi Berikutnya) adalah item belanjaan yang terkenal. Seprai Brooklinen juga dijual dengan diskon hingga 20%.
Tawaran Penting Lainnya
- Western Digital menawarkan diskon 10% untuk pendaftar email baru.
- Pengiriman paket makanan Home Chef mendapat diskon hingga 50%, dengan promosi tambahan untuk pengguna pertama kali.
Penutupan Pemerintah: Risiko Keamanan Siber
Meskipun konsumen mengejar diskon, penutupan pemerintahan yang sedang berlangsung menimbulkan risiko keamanan siber yang signifikan. Sistem yang penting masih dipertahankan, namun kegagalan dalam melakukan patching dan pemantauan dapat menyebabkan jaringan pemerintah menjadi rentan. Menurut para ahli, cloud memberikan perlindungan, namun hal ini tidak sepenuhnya aman.
Catatan internal dari rapat manajemen Administrasi Jaminan Sosial (SSA) (diperoleh oleh WIRED ) mengungkapkan kekhawatiran karyawan mengenai rencana penutupan. Para pekerja mempertanyakan kepemimpinan mereka tentang bagaimana lembaga tersebut akan menangani fungsi-fungsi penting, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang potensi gangguan terhadap layanan. Durasi dan dampak penutupan masih belum pasti, namun implikasi keamanan siber dapat dirasakan secara langsung.
Ringkasannya: Black Friday 2025 menawarkan penghematan besar di bidang teknologi, hiburan, dan barang konsumsi. Namun, penutupan pemerintahan yang dilakukan secara paralel menimbulkan risiko kritis yang bahkan menutupi diskon yang paling menarik sekalipun. Konsumen harus melanjutkan dengan kesadaran, dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan pengamanan sistem penting pemerintah.



















































