Meningkatnya harga pangan tetap menjadi kekhawatiran utama konsumen, dengan data menunjukkan kenaikan harga pangan sebesar 2,9% antara Januari 2025 dan Januari 2026. Meskipun biaya makan di luar menjadi 4% lebih mahal dari tahun ke tahun, menyiapkan makanan di rumah tetap menjadi pilihan yang lebih terjangkau. Artikel ini menyoroti lima toko kelontong tempat para ahli memperkirakan pembeli akan mendapatkan penghematan terbesar pada tahun 2026.
Buah dan Sayuran Beku: Makanan Pokok yang Hemat Anggaran
Para ahli secara konsisten merekomendasikan produk beku sebagai cara cerdas untuk mengurangi tagihan belanjaan. Makanan beku dibekukan segera setelah dipanen, sehingga menjaga nutrisi sekaligus menawarkan umur simpan yang lebih lama. Hal ini mengurangi limbah dan memastikan Anda mendapatkan nilai lebih untuk uang Anda. Ahli gizi terdaftar Heidi McIndoo mencatat, “Barang-barang ini sangat diremehkan… biasanya lebih murah, dan Anda tidak akan kehilangan uang jika membuang makanan basi ke tempat sampah.”
Telur: Harga Stabil Setelah Fluktuasi
Harga telur yang sempat melonjak dalam beberapa tahun terakhir akibat wabah flu burung, kini cenderung menurun. Meskipun peningkatan musiman mungkin terjadi sekitar hari libur seperti Paskah, biaya keseluruhannya menurun. Pakar keuangan Erica Sandberg menunjukkan bahwa telur adalah “harga murah di supermarket” karena kandungan proteinnya yang tinggi dan vitamin esensial.
Unggas: Ayam sebagai Pilihan Daging yang Hemat Biaya
Ketika protein semakin diutamakan dalam pedoman pola makan, permintaan daging pun meningkat, sehingga mendorong harga menjadi lebih tinggi. Namun, unggas, terutama bagian kaki dan paha, tetap menjadi pilihan yang paling terjangkau. Marty Bauer menyarankan agar pembeli beralih ke ayam ketika harga daging lainnya naik. Untuk penghematan dalam jumlah besar, ayam panggang utuh Costco – rata-rata $5 untuk seekor burung seberat 3 pon – adalah kesepakatan yang konsisten.
Protein Kalengan dan Beku: Kenyamanan dan Nilai
Peralihan ke arah asupan protein yang lebih tinggi juga membuat protein kalengan seperti sarden, tuna, dan ayam kalengan semakin menarik. Opsi-opsi ini menggabungkan keterjangkauan dengan umur simpan yang panjang. Erica Sandberg juga merekomendasikan makanan laut beku, seperti udang dalam kantong, namun menyarankan untuk membandingkan harga dengan alternatif segar terlebih dahulu.
Produksi Dalam Musim: Waktu Itu Penting
Penghematan produk segar sangat bergantung pada musim. Selama musim dingin, harga buah jeruk (grapefruit, tangerine, jeruk) cenderung lebih murah. Mencari penjualan sayuran seperti brokoli dan kacang hijau juga dapat menghasilkan penghematan yang signifikan. Kuncinya adalah berbelanja sesuai musim untuk memaksimalkan nilai.
Kesimpulan: Belanja bahan pangan yang cerdas pada tahun 2026 berarti memprioritaskan pilihan makanan beku, memanfaatkan penurunan harga telur, memilih unggas dibandingkan daging yang lebih mahal, menimbun protein kalengan, dan membeli produk saat sedang musimnya. Dengan berfokus pada lima jalur ini, konsumen dapat memitigasi dampak inflasi pangan dan menghemat uang untuk belanja bahan makanan mereka.














