Waymo, layanan kendaraan otonom milik Alphabet, untuk sementara menghentikan operasinya di San Francisco selama akhir pekan setelah pemadaman listrik berkepanjangan melumpuhkan sebagian kota. Pemadaman listrik tersebut, yang mempengaruhi hampir 19.000 pelanggan, membuat armada mobil self-driving Waymo tidak dapat bergerak di lampu lalu lintas, menyebabkan kemacetan dan frustrasi bagi pengemudi lain.
Gangguan dan Respon
Insiden ini menyoroti kerentanan kritis dalam sistem otonom saat ini: ketergantungan pada infrastruktur yang berfungsi. Saat listrik padam, kendaraan Waymo tidak dapat bernavigasi dengan aman di persimpangan yang gelap, sehingga memblokir lalu lintas di beberapa lokasi. Operator truk derek melaporkan membantu mobil yang terdampar dalam semalam, dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kendaraan terhenti dengan lampu hazard menyala.
Waymo menghentikan layanan setelah kantor walikota San Francisco menghubungi perusahaan tersebut, dengan alasan kemacetan yang semakin parah. Perusahaan kemudian mengonfirmasi penangguhan tersebut dan mengatakan operasi akan dilanjutkan pada pukul 15.30. waktu setempat. Pacific Gas & Electric mengantisipasi pemulihan listrik penuh pada Senin sore.
Implikasi yang Lebih Luas
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan teknologi otonom dalam menghadapi gangguan di dunia nyata. Meskipun Waymo telah berkembang pesat di San Francisco sejak tahun 2023—dengan sekitar 1.000 kendaraan yang kini beroperasi—insiden ini menunjukkan perlunya sistem pengaman yang kuat. Sistem otonom harus berfungsi dengan andal dalam kondisi terdegradasi atau melakukan transisi kontrol dengan aman untuk mencegah gangguan yang meluas.
Insiden ini juga menggarisbawahi semakin besarnya ketergantungan terhadap listrik untuk transportasi modern. Kota-kota semakin bergantung pada infrastruktur digital, dan kegagalan – baik karena cuaca, kerusakan peralatan, atau penyebab lainnya – dapat menimbulkan dampak yang meluas.
Demografi Pengguna
Waymo menjadi populer di San Francisco, khususnya di kalangan pengendara yang menghargai keselamatan kendaraan tanpa pengemudi (terutama perempuan) dan orang tua yang menggunakan layanan transportasi sekolah. Pemadaman ini mengganggu basis pengguna yang terus berkembang, sehingga memperkuat kebutuhan akan rencana darurat.
Kejadian ini berfungsi sebagai pengingat bahwa bahkan teknologi canggih pun masih bergantung pada infrastruktur dasar. Insiden ini mendorong diskusi lebih lanjut tentang bagaimana kota dan operator otonom dapat mempersiapkan dan merespons kegagalan sistem dengan lebih baik.














