Northwest Airlines tidak dimulai sebagai raksasa global. Ini dimulai pada tahun 1926 sebagai Northwest Airways, Inc., menerbangi rute surat antara Chicago dan Minneapolis–St. Paulus. Perusahaan ini didirikan pada 16 April 1934, dengan kantor pusat didirikan di tempat yang sekarang disebut Minneapolis – St. Bandara Internasional Paulus.
Dari tahun 1928 hingga 1933, maskapai ini berkembang ke arah barat. Ia berpindah kota demi kota melalui negara bagian Dakota, Montana, dan Washington. Selama Perang Dunia II, Northwest melayani pemerintah AS di wilayah utara dan Pasifik. Ketika perang berakhir, perluasannya mengarah ke timur. Pada tahun 1945, rute terbentang dari Minneapolis–St. Paul ke Kota New York melalui Milwaukee dan Detroit. Langkah ini menjadikan Northwest sebagai maskapai penerbangan lintas benua keempat di negara tersebut. Awalnya tidak melayani California, tidak seperti TWA, United, dan American.
Pada tahun 1946, Northwest menerima sertifikasi untuk terbang ke Timur Jauh. Layanan dimulai pada tahun 1947 dengan nama dagang Northwest Orient. Maskapai ini mendapatkan rute Florida yang menguntungkan pada tahun 1958. Ekspansi internasional berlanjut dengan lambat. Layanan ke negara-negara Benelux dimulai pada tahun 1979. London menyusul pada tahun 1980. Pada tahun 1982, Northwest membuka rute ke Amerika Selatan dan Cina. Jalur Tiongkok ini belum pernah dilayani langsung oleh maskapai penerbangan AS selama lebih dari 30 tahun.
Pembelian Republic Airlines, Inc. pada tahun 1986 menambahkan rute ke Meksiko dan Karibia ke dalam jaringan. Perusahaan induknya, NWA Incorporated, didirikan selama reorganisasi perusahaan pada tahun 1984.
Pada awal tahun 1990-an, Northwest menjalin perjanjian kerjasama dengan maskapai Belanda KLM. Operasi gabungan penerbangan AS-Eropa dimulai pada tahun 1993. Perjanjian lainnya menyusul dengan Delta Air Lines dan Continental Airlines.
Pada awal abad ke-21, persaingan maskapai penerbangan bertarif rendah semakin meningkat. Northwest Airlines mengajukan perlindungan kebangkrutan pada tahun 2005. Tiga tahun kemudian, kenaikan harga bahan bakar dan perlambatan ekonomi mendorong maskapai ini melakukan merger dengan Delta Air Lines. Kesepakatan itu akan menciptakan maskapai penerbangan terbesar di dunia.
Pemegang saham Northwest dan Delta menyetujui kesepakatan tersebut pada bulan September 2008. Departemen Kehakiman AS menyatakan tidak ada keberatan antimonopoli pada bulan berikutnya. Delta menyelesaikan akuisisi Northwest senilai $2,8 miliar pada Oktober 2008.
Mekanisme Akuisisi Delta
Angka $2,8 miliar mewakili harga yang dibayarkan Delta untuk menyerap jaringan dan merek Northwest. Ini bukan sekedar pembelian pesawat. Itu adalah konsolidasi hak rute, infrastruktur hub, dan program loyalitas. Waktunya sangat penting. Harga bahan bakar tinggi. Perekonomian melambat. Northwest membutuhkan mitra untuk bertahan dari tekanan keuangan.
Delta memperoleh akses ke posisi kuat Northwest di Timur Jauh dan Eropa. Northwest membutuhkan skala operasional dan stabilitas keuangan Delta. Penggabungan tersebut menciptakan operator dengan jangkauan global yang sebelumnya tidak ada dalam bentuk tersebut.
Mengapa Northwest Memilih Delta
Pengajuan kebangkrutan pada tahun 2005 memaksa evaluasi ulang strategi. Maskapai penerbangan bertarif rendah telah mengikis margin pada rute domestik. Rute internasional rumit dan padat modal. Northwest telah banyak berinvestasi di pasar jangka panjang ini. Dibutuhkan maskapai penerbangan berkantong tebal dan jaringan domestik yang kuat untuk melayani penerbangan internasional tersebut.
Delta menawarkan jaringan itu. Perjanjian kerja sama pada tahun 1990an telah membangun kepercayaan antara kedua operator. Transisi dari mitra ke entitas gabungan merupakan langkah logis, meski menyakitkan, bagi manajemen dan pekerja Northwest.
Dampak pada Wisatawan dan Pesaing
Bagi wisatawan, penggabungan ini berarti lebih banyak penerbangan dan lebih banyak tujuan dalam satu tiket. Maskapai baru ini merupakan yang terbesar di dunia berdasarkan ukuran armada dan jumlah penumpang. Ini mengubah lanskap persaingan. Amerika dan Amerika harus merespons kapal induk dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Akuisisi ini juga mengkonsolidasikan pekerjaan dan hub. Minneapolis–St. Paul tetap menjadi penghubung utama. Detroit dan Seattle tetap mempertahankan kepentingannya. Peta rutenya bergeser, namun kota-kota inti tetap terhubung.
Kisah Northwest Airlines adalah salah satu ekspansi yang stabil diikuti dengan kontraksi yang cepat. Ini dimulai dengan surat. Dia















